JMSI Lampung Berduka, Kehilangan Figur Teladan, Syamsul Bahri Nasution Berpulang

JMSI Lampung Berduka, Kehilangan Figur Teladan, Syamsul Bahri Nasution Berpulang

--

LAMPUNGNEWSPAPER.COM--Kabar duka menyelimuti dunia pers di Provinsi Lampung. Wartawan senior, Syamsul Bahri Nasution, meninggal dunia pada Minggu malam, 15 Februari 2026, sekitar pukul 22.30 WIB.

Ketua Pengurus Daerah Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Lampung, Ahmad Novriwan, menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhum.

“Almarhum orang baik, guru, hormat kepada semua wartawan tanpa pilih-pilih,” ujar Novriwan, Senin (16/2/2026).

Novriwan yang juga pengelola media siber Lintaslampung.com menilai Syamsul sebagai sosok yang egaliter dan terbuka. Di tengah dinamika dunia jurnalistik, almarhum dikenal mampu menciptakan suasana kebersamaan di antara para pewarta, tanpa sekat senioritas.

BACA JUGA:17–18 Februari 2026, OAIL Itera akan Amati Hilal Ramadan di Taman Teleskop OZT-ALTS

BACA JUGA:Kontingen JMSI Lampung Berangkat Hadiri HPN dan HUT Ke-6 JMSI di Banten

Kepergian Syamsul mengejutkan banyak pihak. Sebelum dinyatakan meninggal dunia, ia diketahui masih beraktivitas seperti biasa dan tidak menunjukkan tanda-tanda sakit serius. Berdasarkan informasi yang dihimpun, almarhum sempat dilarikan ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya tersebut tidak dapat menyelamatkan nyawanya.

Nama Syamsul Bahri Nasution bukan sosok asing di jagat media Lampung. Dedikasinya terhadap profesi wartawan telah terentang selama lebih dari tiga dekade. Ia tercatat sebagai anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) sejak Agustus 1984.

Dalam perjalanan kariernya, Syamsul pernah mengemban sejumlah jabatan strategis. Ia dipercaya menjadi Pemimpin Redaksi Lampung TV (LTV), serta menjabat sebagai Pemimpin Redaksi dan Manajer di Lampung Post pada periode 1990–1999. Selain itu, ia juga pernah berkiprah sebagai manajer di MNC Group pada 2008–2011.

Di mata rekan sejawat dan generasi muda wartawan, Syamsul dikenal sebagai mentor yang tak pelit berbagi ilmu. Ia tidak hanya mengajarkan teknik menulis dan prinsip kerja jurnalistik, tetapi juga menanamkan nilai integritas, etika, dan tanggung jawab profesi.

Bagi JMSI Lampung dan komunitas pers secara luas, kepergian Syamsul merupakan kehilangan besar. Sosoknya dikenang bukan semata sebagai jurnalis senior, melainkan sebagai panutan yang menjaga marwah profesi dengan keteladanan.

“Kita kehilangan sosok panutan. Beliau tidak hanya mengajarkan teknis jurnalistik, tetapi juga sikap dan etika sebagai wartawan,” tutup Novriwan.

Dunia pers Lampung kini kehilangan satu figur penting. Namun, nilai-nilai yang diwariskan Syamsul Bahri Nasution akan tetap hidup dalam setiap karya dan langkah para jurnalis yang pernah disentuh bimbingannya.

Sumber: