Warung Soto Betawi Ala Gen Z di Kota Metro
--
METRO,LAMPUNGNEWSPAPER.COM--Lukyana namanya, wanita lajang Generasi Z kelahiran 1999, pemilik Warung Soto Cik Luky yang memulai usahanya atas dorongan teman-teman di kalangan komunitas olahraga.
Bermula dari kegemaran memasak, Luky yang juga hobi berolahraga, mengaku kerap kesulitan mencari makanan untuk disantap bersama teman, selepas menguras keringat bermain tenis lapangan.
Kondisi itu lantas memunculkan ide berjualan soto untuk para pemain tenis, hingga sekarang Luky membuka kedai di Jalan AH Nasution, Yosorejo, Metro Timur, sekitar 150 meter dari Sekretariat DPRD Kota Metro.
"Jadi, teman-teman tenis pada bilang kalau masakan saya enak, bahkan soto yang saya bawa untuk dimakan bareng-bareng itu dibilang sangat layak dijual," kata Luky kepada Lampung Newspaper, Selasa, (6/1/2026).
BACA JUGA:Tanggapi Isu Gagal Bayar Proyek, Wali Kota Metro : Masih Dalam Kewajaran
BACA JUGA:Wali Kota Metro Minta ASN Perkuat Fungsi Pelayan Masyarakat
"Mereka kira saya buka kedai, padahal cuma masak karena hobi aja. Jadi, mereka pada nanyain di mana warungnya. Ya saya jawab : enggak ada," imbuhnya terkekeh.
Di usianya yang masih 26 tahun, Luky memberanikan merintis usaha kuliner yang ia buka sejak Agustus 2025 lalu.
Kendati baru berjalan sekitar 5 bulan, namun pelanggan Warung Soto Cik Luky terbilang cukup ramai, untuk suatu usaha yang belum genap berjalan setengah tahun.
Kedai Soto Betawi Cik Luky mampu menjual 40 hingga 50 porsi per hari, dengan harga satuan mulai dari Rp15 ribu untuk soto ayam, Rp25 ribu untuk sejumlah pilihan menu Soto Betawi, dan khusus soto daging dibanderol Rp 30 ribu per porsi.
"Alhamdulillah meski terbilang baru, tapi pelanggan yang beli cukup lumayan ramai, terutama yang take a way atau pesan online via WhatsApp gitu," ulasnya.
"Ya, meski awalnya hanya iseng coba-coba berjualan, tapi kita komitmen untuk mengutamakan kualitas menu yang disajikan, dan tentu juga menawarkan harga yang ramah di kantong pembeli," pungkasnya.
Sumber: