Fun Fishing dan Penanaman Pohon Warnai Dies Natalis ke-57 UIN RIL dan HAB Kemenag ke-80
Fun Fishing dan Penanaman Pohon Warnai Dies Natalis ke-57 UIN RIL dan HAB Kemenag ke-80--
BANDARLAMPUNG, LAMPUNGNEWSPAPER – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) memperingati Dies Natalis ke-57 sekaligus Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80 melalui kegiatan Fun Fishing dan Penanaman Pohon, Rabu (24/12/2025), di area embung halaman Masjid Safinatul Ulum, Kampus Hijau UIN RIL.
Kegiatan ini mengusung tema “Hijaukan Hati, Suburkan Bumi: Implementasi Ekoteologi dalam Rangka Hari Amal Bhakti ke-80 dan Dies Natalis ke-57 UIN Raden Intan Lampung”.
Rektor UIN RIL, Prof. H. Wan Jamaluddin Z, M.Ag., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan capaian institusi di tingkat nasional dan internasional. Ia mengatakan UIN RIL mencatat peningkatan peringkat menjadi posisi 59 dunia pada tahun 2025, sekaligus tetap bertahan di 10 besar nasional perguruan tinggi paling berkelanjutan di Indonesia dan menempati peringkat pertama perguruan tinggi Islam di bawah naungan Kementerian Agama.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat komitmen terhadap pembangunan kampus berkelanjutan,” kata Rektor.
Ia juga menyinggung pengembangan kawasan kampus, termasuk hibah lahan seluas 50 hektare di kawasan Kota Baru. Menurutnya, kawasan tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi area kampus yang lebih hijau dan tertata.
Rektor menegaskan, UIN RIL akan menindaklanjuti kerja sama dengan Real Estate Indonesia (REI) untuk penataan Kampus Sukarame maupun pengembangan kampus di Kota Baru.
Tokoh masyarakat Lampung, Anshori Djausal, dalam sambutannya mengapresiasi capaian UIN RIL sebagai salah satu kampus hijau terbaik nasional. Ia menilai prestasi tersebut tidak mudah diraih, mengingat UIN RIL belum satu dekade bertransformasi menjadi universitas.
“Peringkat 10 nasional (kampus hijau berkelanjutan) itu tidak main-main,” ujarnya.
Namun demikian, Anshori menekankan bahwa konsep kampus hijau tidak cukup hanya sekadar “green”, tetapi harus mengarah pada keanekaragaman hayati.
Menurutnya, menanam pohon saja belum cukup jika tidak diikuti dengan upaya menghadirkan ekosistem hidup bagi makhluk lain, seperti kupu-kupu dan capung. Ia menilai Kampus UIN RIL sudah hijau, namun masih perlu dibuat lebih hidup dan berwarna melalui pembangunan biodiversity.
“Green saja tidak cukup. Pohon bukan hanya untuk manusia, tetapi juga untuk makhluk hidup lain,” katanya.
Ia juga mendorong agar pengembangan kampus di Kota Baru tidak terlalu lama dibiarkan tanpa penataan lingkungan. Ia juga mengapresiasi berbagai perubahan positif yang telah dilakukan UIN RIL dalam beberapa tahun terakhir.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Vegetasi dan Landscape, Djoko Handoko Halim Santoso, menyampaikan apresiasi atas prestasi UIN RIL di tingkat dunia, nasional, dan PTKIN. Ia mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan program REI yang tidak hanya fokus membangun hunian bagi manusia, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan habitat satwa.
“Kami di REI tidak hanya membangun rumah bagi manusia, tetapi juga membangun rumah bagi satwa,” katanya.
Sumber: